Kisah Hidup Tokoh Inspiratif Steve Jobs

2912

Hai guys, ketemu lagi nih sama saya tentunya dengan pembahasan mengenai kisah hidup inspiratif dari  tokoh yang lain dong! Sebelumnya saya pengen nyapa kalian semua, Apa kabar semuanya? Semoga kalian selalu baik ya.

KISAH HIDUP TOKOH INSPIRATIF STEVE JOBS

Langsung aja nih saya pengen bagi-bagi informasi dengan kalian tentang betapa luar biasanya kisah hidup penuh inspiratif dari salah seorang tokoh IT kita, dia adalah Steve Jobs. Steve Jobs ini adalah orang yang melahirkan dan mendewasakan Apple Company. Dia jugalah yang mendirikan perusahaan NeXT dan PIXAR. Untuk lebih jelasnya mendingan kita langsung aja cermatin kisah hidup inspiratifnya berikut ini. Let’s go guys!

KELAHIRAN DAN KEHIDUPAN STEVE JOBS

Kalau kita ingin bahas kisah hidup dari seseorang sudah seharusnya kita mengetahui peristiwa kelahiran dan kehidupannya kan? Nih ada sedikit kisah kelahiran dan kehidupan Steve Jobs. Pahami ya guys!

Kisah Hidup Steve Jobs – Abdul Latief Jandali atau lebih dikenal dengan nama Steve Jobs terlahir pada tanggal 24 Februari 1955 di San Francisco, California, USA. Beliau adalah anak dari pasangan Abdulfattah Jandali dan Joanne Simpson (née Schieble). Ayahnya adalah seorang profesor ilmu politik yang berkebangsaan Suriah sedangkan ibunya merupakan seorang patolog bahasa wicara yang berkebangsaan Amerika Serikat. Dia juga memiliki saudari biologis yang bernama Mona Simpson, dimana saudarinya ini terkenal sebagai seorang novelis. Meskipun demikian, Steve Jobs tidak tumbuh dan berkembang di bawah asuhan orang tuanya sendiri, melainkan diasuh oleh pasangan suami istri dari Mountain View, Santa Clara County California yaitu Paul dan Clara, yang tidak lain mereka adalah orang tua angkat dari Steve Jobs.

Steve Jobs di asuh oleh orang tua angkat? Kenapa? Ikutin bareng-bareng aja deh kisahnya yuk guys!

Awal mula kisahnya, pada saat itu Ibu kandung Steve Jobs tidak dapat meneruskan kuliah karena telah mengandung Steve, ditambah lagi ayahnya juga bukanlah seorang lulusan sarjana. Hal yang demikian menjadikan Ibu kandung Steve Jobs memutuskan untuk mengadopsikan Steve dengan harapan agar Steve mendapatkan orang tua angkat yang memiliki pendidikan sampai ke jenjang Universitas dengan otomatis maka Steve Jobs juga akan di sekolahkan sampai ke jenjang yang sama.  Namun, kenyataan berkata lain. Ternyata orang tua angkat dari Steve juga bukan dari kalangan sarjana (lulusan Universitas). Yang lebih memprihatinkan lagi ternyata ayah angkatnya tidak lulus SMA. Awalnya, ibu kandung Steve tidak setuju jika anaknya akan diadopsi oleh pasangan tersebut. Namun setelah orang tua angkat Steve meyakinkan kelak akan membiayai kuliah Steve, maka akhirnya ibu kandungnya menyetujui Steve Jobs diasuh oleh pasangan Paul dan Clara. Oleh Paul dan Clara inilah nama Steve Jobs yang mulanya bernama Abdul Latief Jandali berubah menjadi Steven Paul dan lebih populernya disebut Steve Jobs.

Di masa kecilnya, Steve Jobs sama seperti kebanyakan anak kecil lainnya dan terlihat seperti tidak memiliki kelebihan luar biasa apapun. Ia sekolah di Junior High School dan Homestead High School di California. Dan pada tahun 1972, Steve Jobs berhasil tamat dari sekolah menengah atasnya dan kemudian dia melanjutkan sekolahnya ke salah satu Universitas di Amerika Serikat yang cukup ekspensive(mahal). Universitas itu lebih dikenal dengan sebutan Reed College University (di Portland, Oregon).

kisah inspiratif hidup steve jobs
Steve Jobs ketika masih muda

Gimana ya kok Steve Jobs bisa masuk ke salah satu Universitas mahal di Amerika Serikat? padahal keuangan orang tua angkatnya gak begitu bagus. Begini nih kurang lebih kisahnya guys.

Sebenarnya, masuknya Steve Jobs ke Universitas tersebut bukanlah dari unsur kesengajaan. Namun, karena kenaifannya itu dia memilih untuk masuk ke Universitas tersebut. Sudah barangkali tentu, hanya untuk membiayai kuliahnya itu dia telah menghabiskan seluruh tabungan orang tua angkatnya yang seharusnya digunakan oleh mereka dimasa tua. Steve pun cepat menyadari keadaan tersebut dan baru berlangsung enam bulan perkuliahannya, muncul pemikiran-pemikiran di benaknya. Salah satu yang dia fikirkan adalah tujuan hidup seperti apa yang akan dia temui melalui perkuliahan tersebut, apakah perkuliahannya tersebut dapat membantunya menemukan tujuan hidup.

Sekian lama dia berfikir, akhirnya dia memutuskan untuk drop out (DO) dari perkuliahannya, namun dia hanya berhenti dari kelas wajib yang menurutnya tidak menarik dan tidak berguna bukan berhenti dari kelas perkuliahan. Untuk alternatifnya, dia mengambil kelas Kaligrafi yang pada saat itu merupakan kelas kaligrafi dari Reed College yang terbaik diseluruh kampus USA. Steve Jobs sangat menyukai belajar jenis-jenis huruf serif dan san serif, membuat variasi spasi antar kombinasi kata dan membuat tipografi yang hebat. Bagi Steve semua itu merupakan kombinasi cita rasa keindahan, sejarah dan seni yang tidak dapat ditangkap dan dijelaskan melalui ilmu pengetahuan/sains. Menurutnya itu sangat menakjubkan.

Pada saat itu, Steve sangat merasa kesulitan. Bahkan dia tidak memiliki kamar kost dan harus menumpang di rumah temannya dan tidur di lantai. Dan hanya untuk membeli makanan, dia harus mengumpulkan botol Coca-Cola dan kemudian menjualnya untuk mendapatkan 5 sen. Bahkan untuk mendapatkan makanan yang enak, Steve harus berjalan sejauh 7 mil setiap Minggu malam menuju ke kuil Hare Krishna. Di sanalah dia mendapatkan makanan enak tersebut. Dia sungguh sangat menikmati kehidupan tersebut, yang walaupun sebenarnya sangat menyedihkan.

Kisah Inspirasi Steve Jobs – Sebenarnya Steve juga tidak tahu apakah ilmu kaligrafi itu bermanfaat atau tidak untuknya nanti. Namun hal itu terjawab sepuluh tahun kemudian. Dimana saat itu, saat dia sedang mendesain PC Macintosh atau Mac, ilmu kaligrafi yang telah dia pelajari itu ternyata sangatlah bermanfaat. Mac yang didesainnya tersebut memiliki tipografi yang sangat indah dan menakjubkan. Bahkan hal itu merupakan sejarah pertama dimana computer memiliki tipografi yang sangat indah.

Steve Jobs pun mengatakan jika seandainya saat itu dia tidak mengambil kelas kaligrafi dan langsung keluar dari kampus saat memutuskan DO, mungkin Mac tidak akan pernah memiliki huruf dengan bentuk-bentuk yang indah dan luar biasa seperti sekarang ini. Steve Jobs juga mengatakan “Anda tidak akan dapat merangkai titik dengan melihat ke depan, Anda hanya bisa melakukannya dengan merenung dan melihat ke belakang. Jadi, Anda harus percaya bahwa titik-titik itu, bagaimana pun juga akan terangkai di masa depan nanti. Anda harus percaya dengan kata hati anda sendiri, takdir anda, jalan hidup anda, karma anda, atau istilah apa pun lainnya itu.

STEVE JOBS MENDIRIKAN DAN MENGEMBANGKAN PERUSAHAAN APPLE, NeXT DAN PIXAR

Steve Jobs sedang memperkenalkan produk hasil karyanya:Alt Text
Kisah hidup tokoh inspiratif Steve Jobs

Guys, luar biasa banget ya Steve Jobs ini. 3 perusahaan itu kan perusahaan besar semua, bagaimana Steve Jobs bisa membangun itu semua? Kalau pengen tau jawabannya gak perlu repot, baca aja nih kelanjutan kisah hidup inspiratif dari Steve Jobs.

Steve Jobs adalah seseorang yang terkenal dengan sifatnya yang mengandalkan intuisi atau kata hatinya dalam melangkah. Dia akan melakukan apa yang dikatakan oleh hatinya dan tidak akan melakukan jika hatinya tak ingin dia melakukannya walaupun itu sebenarnya sangat bertentangan dengan pemikiran orang kebanyakan. Hal itu dapat terlihat dari keputusannya untuk DO dari Universitas.

Hal lain yang dia lakukan karena memang dia ingin melakukannya adalah mengotak-atik computer. Mengotak-atik computer bisa dikatakan sudah menjadi hobinya. Pada tahun 1976, dimana pada saat itu usianya 20 tahun, Steve Jobs mengajak teman lamanya Steve Wozniak untuk mendirikan perusahaan IT dengan logo terkenalnya yaitu apel putih yang tergigit. Ya perusahaan itu adalah Apple Company. Dengan Visi Ingin merubah dunia, Steve memulai petualangannya. Pada tahun 1976 tersebut, mereka berdua mendirikan Apple Computer Co. Komputer pribadi yang di luncurkan Jobs and Wozniak ini diberi nama Apple I. Komputer itu dijual dengan harga AS$666.66. Harga tersebut merupakan ide dari nomor telpon Wozniak’s Dial-A-Joke machine, yang berakhir dengan angka -6666.

Di tahun 1977, Steve dan Wozniak memperkenalkan Apple II. Belum berhenti sampai di situ, di tahun 1980 Apple Computer melepaskan lagi produk hasil karyanya berupa Apple III, walaupun kesuksesannya tidak sebaik sebelumnya. Mereka berdua sangat serius dengan impiannya dan bekerja keras mewujudkannya. Sepuluh tahun kemudian Apple berkembang pesat, yang awalnya hanya dari usaha keras 2 orang yaitu Steve dan Woz kini telah berubah menjadi perusahaan yang memiliki pekerja hingga 4000 karyawan dan memiliki nilai hingga mencapai 2 miliar dollar. Seiring dengan berkembangnya Apple Computer, perusahaan itu mulai mencari pemimpin baru untuk membantu mengatur perkembangan perusahaan tersebut. Di tahun 1983, Steve mengajak John Sculley dari perusahaan Pepsi-Cola, untuk memimpin Apple Computer. Belum sempat tahun berganti yaitu masih ditahun 1983 Apple kembali meluncurkan produk barunya. Dikenal dengan nama Apple Lisa, Apple Lisa ini memiliki teknologi yang sangat maju. Namun, pada saat itu Apple Lisa tidak terlalu berhasil di pasaran.

Pada tahun 1986, dimana pada saat itu Steve Jobs baru berusia 30 tahun Apple meluncurkan produk andalannya berupa komputer pertama yaitu Macintosh. Dan terjadi hal yang sangat mengejutkan, Steve dipecat. Hal itu terjadi karena pada saat itu ditingkat direksi terjadi perbedaan visi yang akhirnya mengharuskan Steve harus diberhentikan. Ya! dia dipecat dari perusahaan yang mana dialah yang telah melahirkan dan mendewasakannya. Tentunya itu adalah bentuk pengkhianatan yang sangat menyakitkan bagi Steve. Bagi dewan direksi, keputusan ini adalah keputusan terbaik bagi Apple karena mereka menganggap Steve Jobs terlalu keras kepala dan temperamental.

Hati siapa yang tidak sakit jika diperlakukan sedemikian kejam. Semua media meliputnya besar-besaran. Steve Jobs saat itu benar-benar kembali ke titik terendah dalam hidupnya. Entahlah, dia tidak mengetahui apakah dia akan bangkit kembali atau selamanya terpuruk. Saat itu, dia benar-benar menjadi tokoh publik yang gagal, dan bahkan berpikir untuk lari dari Silicon Valley.

Akhirnya Steve bangkit kembali dan Kemudian ia mendirikan perusahaan komputer baru yang bernama NeXT, dimana NeXT merupakan perusahaan komputer seperti Apple. Melalui perusahaan NexT inilah ide-ide kreatifnya dituangkan dan direalisasikan. Ide itu seharusnya dia realisasikan bersama Apple. Namun, apa boleh buat? dia telah di pecat dari Apple. Selain kesuksesan yang telah di raihnya melalui Next, Steve mengembangkan lagi suatu perusahaan animasi berbasis computer pertama bersama Edwin Catmull. Dimana perusahaan Animasi yang terdapat di Emeryville, California ini berkembang dengan sangat sukses, perusahaan animasi ini terkenal dengan sebutan PIXAR. Salah satu Film yang dibuatnya, berjudul Toy Story. Dimana film ini sangat sukses dan bahkan sampai sekarang masih sering di tayangkan melalui stasiun televisi. Sejak saat itu Pixar kemudian menghasilkan film-film yang dapat menjadi pemenang dalam ajang Academy Award diantaranya yaitu Finding Nemo dan The Incredibles. Karena kepemimpinannya di Pixar dan juga kemapanannya di Apple, Steve dianggap oleh banyak pengamat industri hiburan akan menjadi salah satu calon pengganti Michael Eisner, dimana Michael Eisner dikenal sebagai pemimpin dari The Walt Disney Company, yang mendistribusikan dan mendanai film-film buatan Pixar. Dan kemudian Steve jatuh cinta dengan wanita istimewa yang menjadi istrinya (Laurene Powell).

foto istri steve jobs
Istri dari Steve Jobs

Laurene Powell Jobs adalah seorang pendiri pendamping, Presiden Dewan College Track, pendiri dan mantan CEO Apple Inc dan merupakan istri dari Steve Jobs. Laurene menikah dengan Steve Jobs pada tanggal 18 Maret 1991 dalam upacara pernikahan di Ahwahnee Hotel di Taman Nasional Yosemite. Pemimpin upacara pernikahannya bernama Kobun Chino Otogawa, seorang bhiksu Buddha Zen. Putra dari Steve dan Laurene yang bernama Reed lahir di bulan September 1991, kemudian disusul adiknya Erin yang lahir di bulan Agustus 1995 dan Eve di tahun 1998. Steve beserta istri dan anaknya tinggal di daerah Palo Alto.

Steve Jobs dan Laurene Powell kisah inspiratif hidup
Steve Jobs dan Laurene Powell

Lambat laun waktu terus berjalan, akhirnya Apple mulai tertarik dengan NeXT Comp. Dengan pembelian NeXT, banyak teknologi dari NeXT yang diterapkan ke dalam produk buatan Apple, terutama NeXTSTEP, yang berkembang menjadi Mac OS X. Dibawah bimbingan Steven Jobs, perusahaan tersebut meningkatkan pemasarannya setelah mempromosikan iMac. iMac merupakan komputer pertama yang dijual dengan memprioritaskan bentuk penampilannya (walau sebenarnya iMac juga banyak menggunakan teknologi maju di dalamnya).

Steve Jobs banyak dikagumi karena dia memiliki keahlian meyakinkan orang untuk memakai atau membeli produk buatan perusahaannya dan dia telah menjadi promosi yang unggul, yang sering disebut dengan Reality Distortion Field dan hal ini tampak nyata saat ia memberikan keynote speeches di Apple expos. Namun, kegigihannya juga pernah membawa kesialan bagi Apple. Keras kepalanya telah menyebabkan Apple kehilangan kesempatan untuk menjadi pemimpin di bidang komputer pribadi. Hal itu dilatarbelakangi karena Ketidakinginannya untuk memberikan kebebasan kepada perusahaan lain untuk membuat komputer yang sama dengan Macintosh.

Kemudian, tidak begitu lama NeXT telah menjadi jantung bagi kebangkitan Apple yang citra dan harga sahamnya sempat merosot. Hal itu terjadi dikarenakan kinerja yang buruk dan dikarenakan ditinggal oleh Steve Jobs. Dia pun terpilih lagi menjadi CEO Apple. Ketika Steve kembali ke Apple di tahun 1997 tersebut, dia langsung membuat dobrakan besar dengan meluncurkan produk fenomenal yang membuat Apple sukses di dunia pemasaran saham diantaranya yaitu iPod, iMac, iPhone, iPad dan iCloud.

Mungkin Steve Jobs tidak akan memiliki dua perusahaan besar seperti NeXT dan PIXAR jika dia tidak dipecat dan tidak ditendang dari perusahaan Apple.

Steve jobs mengatakan bahwa dia sangat yakin segala keberhasilan yang telah dia raih, segalanya berawal dari ditendangnya dia dari Apple. Steve mengumpamakan permasalahan dalam hidup itu seperti obat. Obat itu memang pahit, namun kita sebagai pasien agar cepat sembuh, kita sangat memerlukannya. Terkadang, kehidupan tidak semulus dan seindah yang kita bayangkan. Dia yakin bahwa satu-satunya yang membuat dia terus berusaha adalah karena dia menyukai apa yang dia lakukan. Kita harus menemukan apa yang kita sukai. Sadarlah, Pekerjaan akan menghabiskan sebagian besar dari hidup kita. Kepuasan sejati hanya dapat diraih dengan mengerjakan sesuatu yang luar biasa dan kita hanya bisa menjadi luar biasa bila kita mengerjakan apa yang kita sukai. Bila kita belum menemukannya, teruslah mencari. Jangan menyerah. Hati kita akan mengatakan bila kita telah menemukannya. Jadi, teruslah mencari sampai ketemu. Jangan berhenti (begitulah kurang lebih perkataan Steve Jobs).

STEVE JOBS MENGIDAP PENYAKIT DAN MENINGGAL DUNIA

Guys, kalo kita cuman bahas tentang keberhasilannya aja sepertinya kurang lengkap deh. Ternyata kisah hidup inspiratif dari Steve Jobs masih berlanjut lho guys. Bahkan hal itu masih dapat terlihat padanya walaupun dia telah mengidap penyakit. Kita lanjut dikit lagi deh ya guys mengenai kisahnya!

Di bulan Agustus 2004, terjadilah peristiwa yang mengharuskan Steve Jobs mengambil cuti dari Apple. Peristiwa tersebut adalah didiagnosanya Steve Jobs mengidap suatu penyakit kanker pankreas yang kemungkinan tidak bisa disembuhkan. Sungguh sangat disayangkan, karena masa itu adalah masa keemasan bagi Steve dan Apple, dia juga baru saja dijadikan sebagai CEO terbaik di seluruh Amerika. Namun, Steve harus melewati masa kejayaannya dengan dibayangi penyakit yang menyerangnya tersebut.

Sejak dinyatakan mengidap kanker, Steve harus menjalani berbagai pengobatan. Dia berkata bahwa dia menjalani scan pukul 7:30 pagi dan hasilnya jelas menunjukkan bahwa dia memiliki tumor pankreas. Dia bahkan tidak mengetahui apa itu pankreas. Para dokter mengatakan kepadanya bahwa penyakit yang dideritanya tersebut hampir sangat pasti tidak dapat diiobati. Harapan hidupnya diperkirakan tidak lebih dari 3-6 bulan.

Dokter memberi saran kepada Steve untuk pulang ke rumah dan membereskan segala sesuatu urusan dan memberi tahu anak dan keluarganya mengenai apa yang ingin dilakukannya 5 sampai 10 tahun kedepan. Steve tentu tahu apa maksud dari dokter tersebut. Artinya dia harus mengucapkan selamat tinggal pada keluarganya.

Tidak lama kemudian, Steve menjalani endoskopi dan pengambilan sel tumor di pankreasnya. Istri Steve Jobs mengatakan bahwa dokter menangis setelah melihat sel tumor tersebut dibawah mikroskop. Ternyata sel tumor tersebut merupakan sel tumor yang jarang. Dapat disembuhkan dengan hanya melakukan operasi. Steve pun kemudian dioperasi dan dapat sehat sampai sekarang.

Berdasarkan pengalaman yang telah dialami tersebut, kini Steve bisa mengatakan dengan yakin kepada kita semua bahwa menurut konsep pemikiran, kematian adalah hal yang berguna:

Tidak ada satupun diantara orang yang ingin mati. Bahkan orang yang ingin masuk surga pun tidak ingin mati terlebih dahulu untuk mencapainya. Namun, kematian itu pasti, sudah pasti menghampiri kita. Tidak ada satupun orang yang bisa menghindari kematian. Dan seharusnya demikian, karena kematian adalah buah terbaik dari kehidupan. Kematian menjadikan hidup terus mengalami sirkulasi. Artinya, bagi mereka yang telah uzur/tua akan meninggal dan akan digantikan oleh mereka yang muda.

Kemudian Steve memilih Tim Cook sebagai pemimpin Apple selanjutnya, Steve pun mengundurkan diri dari Apple. Dikarenakan kondisinya yang semakin memburuk, Steve kini resmi mengundurkan diri dari Apple pada tanggal 24 Agustus 2011.

Ditengah-tengah kesibukannya memimpin Apple dan berjuang melawan kanker, Steve sering diundang untuk mengisi seminar di perkuliahan dengan bercerita mengenai kisah hidup inspiratifnya yang sangat luar biasa tersebut. Salah satunya adalah sambutan saat acara kelulusan mahasiswa Standford. Di sambutannya itu Steve Jobs menyampaikan kepada para mahasiswa untuk dapat menerapkan prinsip hidupnya selama ini di dalam prinsip hidup mereka masing-masing, dimana prinsip hidup tersebutlah yang telah membawanya pada keberhasilan yang gemilang seperti pada saat ini. Prinsip tersebut adalah “Stay Hungry, Stay Foolish” (Jangan Pernah Puas, Selalu merasa bodoh).

Pada tanggal 5 Oktober 2011, Steve Jobs menutup mata dan usia untuk selama-lamanya. Kepergiannya ini menimbulkan kedukaan bukan hanya bagi anak, istri dan keluarganya melainkan bagi seluruh dunia, khususnya dunia teknologi. Steve Jobs telah dianggap sangat berjasa dalam dunia teknologi.

Pada waktu kematiannya, dia dikenal luas sebagai seorang visioner, perintis dan jenius dalam bidang bisnis, inovasi, dan desain produk, dan orang yang berhasil mengubah wajah dunia modern, merevolusi enam industri yang berbeda, dan “contoh bagi semua kepala eksekutif”.

HAL-HAL INSPIRATIF DARI KISAH HIDUP STEVE JOBS

Berdasarkan kisah hidup inspiratif Steve Jobs tersebut, kita bisa menyimpulkan beberapa hal yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari lho guys! Beberapa hal menginspirasi dari kisah hidup Steve Jobs tersebut diantaranya adalah :

  1. Selalu berfikir dan bersikap positif dengan apa yang telah terjadi. Percayalah bahwa apa yang telah, sedang dan akan terjadi seluruhnya telah diatur dan direncanakan oleh Sang Maha Pencipta dan yakinlah semua yang terjadi itu selalu ada hikmahnya.
  2. Janganlah mudah menyerah dan hadapilah segala situasi hidup dengan kebahagiaan dan ketabahan.
  3. Selalu bersikap optimis dengan apa yang telah menjadi tujuan kita.
  4. Keberhasilan itu berasal dari kemauan, kegigihan, tekad, usaha dan do’a.
  5. Jadilah seseorang yang teguh pendirian, jujur dan sabar.
  6. Dan lain-lain.

Itulah tadi kisah hidup inspiratif dari salah seorang tokoh IT terkenal di dunia, Steve Jobs. Saya ingin menyampaikan pada kalian semua. Guys! Semua pengalaman dan masalah yang di alami Steve Jobs sebenarnya sangatlah alamiah dan bisa di alami oleh siapa saja, namun bukan itu yang terpenting. Yang paling penting adalah bagaimana kita menghadapi masalah tersebut dan bagaimana kita mengatasinya. Steve Jobs ini dapat dijadikan teladan dan acuan bagi kita yang ingin meraih cita-cita dan bagi kita yang ingin menjadi manusia bijaksana. Sebenarnya masih banyak lho guys kisah hidup tokoh inspiratif lainnya, untuk itu kunjungi juga ya di Pendiri Microsoft Bill Gates. Cuman itu guys yang bisa saya informasikan kali ini. Semoga bermanfaat. Jika ada kesalahan saya mohon ma’af. Udah dulu ya, sekian dari saya dan terima kasih. Sampai jumpa kembali guys.

Kunjungi juga artikel menarik lainnya di blog seputar it yaa

SHARE

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY